Sergai, Intarta,com | Program normalisasi sungai Belutu di Kecamatan Sei Rampah memberikan dampak positif bagi warga, terutama petani di Desa Sei Rejo. Normalisasi yang dilakukan sejak 2022 hingga 2024 membuat para petani mampu meningkatkan produktivitas pertanian mereka, dari yang sebelumnya hanya satu kali panen per tahun kini menjadi dua kali.
Hal ini disampaikan oleh Samsuri, seorang warga Desa Sei Rejo, yang menyatakan bahwa petani kini dapat menghasilkan minimal empat karung padi per satu rante, setara dengan 320 kilogram, naik 50 persen dari panen sebelumnya.
“Dulu di tahun 2021-2022, petani hanya bisa panen sekali setahun, sekarang bisa dua kali setelah normalisasi. Hasilnya juga meningkat, dulu hanya sekitar 250 hingga 270 kilogram per rante, sekarang bisa 320 kilogram,” ujar Samsuri, Rabu (2/10).Siang.
Normalisasi sungai tidak hanya berdampak pada produktivitas pertanian, tetapi juga mengurangi risiko banjir yang sebelumnya sering melanda.
Menurutnya, sebelum normalisasi, banjir kerap merendam jalanan dan lahan pertanian. Namun, sejak proyek ini berjalan, warga merasakan perbedaan signifikan.
“Sebelumnya, air banjir menggenangi jalan dan lahan pertanian juga rumah. Sekarang sudah tidak lagi,” tambah Samsuri.
Warga pun mengapresiasi upaya pemerintah dan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam normalisasi sungai ini. Mereka berharap, ke depannya, pemerintah daerah, khususnya calon Bupati Serdang Bedagai nomor urut 1 Darma Wijaya, dapat melanjutkan program ini dan memperhatikan infrastruktur jalan yang masih kurang baik.
Warga menginginkan jalan yang lebih lancar agar aktivitas mereka, terutama di bidang pertanian, bisa berjalan lebih baik.
“Harapan kami, calon Bupati Darma Wijaya dapat memperbaiki jalan-jalan di desa kami. Dengan adanya normalisasi, banjir sudah berkurang, dan kami ingin infrastruktur lainnya seperti jalan juga diperhatikan,” ujar Juman, warga Dusun 2 Desa Sei Rejo.

Darma Wijaya kepada warga mengharapkan sungai dijaga agar hasil pertanian tetap maksimal.
Darma Wijaya juga menyoroti pentingnya menjaga sungai dari pencemaran dan alih fungsi lahan yang dapat merusak ekosistem.
” Harapan masyarakat Sei Rejo adalah agar program yang sudah berjalan ini terus berlanjut demi kesejahteraan mereka,” ungkap Bupati.**